Sumber : Website Muhammadiyah : http://www.muhammadiyah.or.id/index.php?option=com_content&task=view&id=1087&Itemid=2ah
Tokyo- Khalid Higuchi Mimasaka, sesepuh Muhammadiyah Jepang memberikan sumbang saran tentang bagaimana bentuk kegiatan Muhammadiyah di Jepang dalam acara Pengajian Bulanan PCIM Jepang, Sabtu (26/04/2008). Dalam acara tersebut Khalid menyatakan bahwa perlu dipertimbangkan untuk mendirikan sekolah-sekolah Muhammadiyah atau kegiatan lain. Karena menurut Professor Cyber University dan President Honorarium Japan Muslim Assosiation ini pikiran dan kegiatan Islam yang dijalankan Muhammadiyah sangat cocok dengan kehidupan sehari-hari orang Jepang.Lebih lanjut Khalid yang didampingi Kamei, seorang muslim Jepang alumni Waseda University jurusan Aplied Chemistry menyatakan bahwa alternatif kegiatan lainnya bisa berupa membuat perkumpulan-perkumpulan bulanan untuk mensupport dan mengembangkan dakwah Islam di Jepang. “Termasuk juga untuk mensupport pernikahan antar bangsa, Indonesia dan Jepang” tambahnya. Karena menurutnya, alternatif dakwah ini bisa memperbaiki pemahaman Islam orang Jepang yang baru memeluk Islam. “Dengan support dari istri atau anggota keluarga lainnya untuk lebih mengenal dan belajar Islam dengan baik dan benar akan sangat berguna dalam pengembangan pemahamannya terhadap Islam” ungkapnya.
Khalid dalam kesempatan tersebut menunjukkan contoh pengalaman pribadi Kamei, yang merupakan salah satu dari beberapa orang Jepang yang menikah dengan wanita Muslim dari Indonesia. Menurut Khalid di Jepang saat ini ada beberapa komunitas muslim di Kanagawa dan Tokyo, yang istri-istrinya orang Indonesia dan suami orang Jepang semula tidak mengetahui pemahaman dan ibadah Islam dengan baik seperti sholat,puasa dan sebagainya.
Kamei yang pada waktu itu sedikit membantu menterjemahkan paparan dari Bapak Higuchi menceritakan mengenai awal ketertarikannya memeluk Islam. Menurut Kamei, setelah menyelesaikan S2 di Amerika, dia bertugas dalam program kerjasama Pemerintah Indonesia–Jepang dan sempat berkantor di Didepnaker. Di Instansi tersebut Kamei mempunyai teman-teman muslim dan kemudian tertarik dengan Islam setelah mendengar ceramah dan khutbah Jum`at dan memeluk Islam tahun 2003 dan menikah dengan Musliman Indonesia. Belajar dari pengalaman Kamei inilah, Khalid menyarankan agar PCIM bisa juga mengambil fokus kegiatan PCIM-Jepang dengan merangkul Muslim Jepang yang sudah menikah dengan orang Indonesia untuk diajak dalam pengajian Muhammadiyah.
Khalid Highuci sendiri memeluk Islam 45 tahun yang lalu bersama Istrinya. Setelah lulus Waseda University beliau belajar ke Al Azhar mesir selama 3 tahun. Saat ini Khalid aktif dalam kegiatan dialog Islam dan agama lain di Jepang. Pada Bulan yang lalu 24-26 maret 2008, Khalid sempat menghadiri pertemuan di Riyadh tentang Islam dan bertemu dengan para pemimpin muslim dari berbagai Negara, salah satunya Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsudin (arif).
Sunday, May 4, 2008
Pernikahan Muslim Indonesia-Jepang, Alternatif Dakwah
Posted by
Muhammad Kustiawan
at
4:04 AM
0
comments
Monday, April 14, 2008
DEMOKRASI PANCASILA ATAU DEMOKRASI KAPITALISTIK LIBERALISTIK
Oleh:
Muhammad Kustiawan,S.S.,M.A.
Kandidat Doktor Ilmu Politik, Universitas Kokushikan Tokyo,Japan
Pada Tahun 2009 nanti kita bangsa Indonesia akan menyelenggarakan pesta demokrasi Pemilu 2009. Tentu beberapa Parpol besar maupun kecil sedang menyiapkan segala sesuatunya untuk memenangkan pertarungan menghadapi Pemilu 2009. Namun, sebelum itu Parpol yang ikut Pemilu 2009 harus mengikuti tahapan verifikasi baik dari KPU maupun DEPHUBHAM. Sampai saat ini ada 34 Parpol yang sudah langsung mendaftar sebagai peserta Pemilu 2009. KPU untuk Pemilu 2009 ini mengisyaratkan menyiapakan kemudahan Proses
Namun masalahnya bagaimana dengan 26 Parpol yang tidak lolos verifikasi vaktual di KPU tahun 2004. Apakah bisa langsung mendaftar ke KPU tanpa harus mendaftar ke DEPHUBHAM, jika ya atau dasar hukumnya apa?. Padahal UU no.2 / 08 tentang Parpol : “Parpol yang telah disahkan sebagai badan hukum berdasarkan UU No. 31/2002 tetap diakui keberadaannya. Dalam UU Pemilu :
“hanya menyatakan parpol yang dapat langsung ke KPU hanyalah Parpol yang telah ditetapkan sebagai peserta Pemilu pada pemilu Sebelumnya. Parpol lama tapi tidak lolos verifikasi KPU namun masih punya badan hukum yang diterbitkan DEPHUBHAM tidak masuk. Jadi bisa dikatakan parpol lama yang tidak lolos menjadi peserta Pemilu sebelumnya wajib diverifikasi di DEPHUBHAM.
Berbicara mengikuti Pemilu tidak akan pernah habis-habisnya. Dimana tetap saja selalu ada yang menang dan kalah, serta selalu saja politik kepentingan bermain didalamnya. Semua Parpol yang ingin ikut peserta Pemilu selalu membawa kepentingan kelompok dari pada kepentingan Negara dan bangsa. Pada saat yang sama Negara dan bangsa sangat membutuhkan bagaimana mengwujudkan kemakmuran rakyat sebagai tujuan utama dari pertikaian diantara partai peserta pemilu.
Seyogyanyalah Parpol yang ada itu bukan terus memikirkan politik kepentingan namun bagaimana membuat sebuah”symbol pemersatu bangsa” yang dapat membangkitkan nasionalisme Indonesia. Serta membangkitkan semangat keindonesiaan. Bahwa kita bangga sebagai rakyat Indonesia bukan suku ataupun etnis. Disinilah letak strategis pentingnya Pancasila dan demokrasi didalamnya bisa mendarah daging dialam sanubari seluruh rakyat Indonesia.
Kalau kita menyimaka sejak kemerdekaan Indonesia , bagaimana sebenarnya peran parpol untuk membuat “symbol Pemersatu “ ditengan keragaman rakyat Indonesia. Indonesia yang 88% pendudukan beragama Islam dengan beranekaragam suku, ras dan etnis ini tetap saja sulit untuk bersatu meskipun pada masa lalu kelompok Islam sempat dipersatukan dalam wadah bernama Masyumi yang atas prakarsa tentara pendudukan Jepang. Apalagi keberadaan partai-partai Islam sejak kemerdekaan sampai ahri ini tetap eksis, namun tidak memiliki peran yang sangat singnifikan untuk mengatasi masalah NATION – STATE dan nasinalisme Indoensia. Masalah dibalik ini sebenarnya adalah belum jelasnya symbol yang bisa menyatukan sesame warga Indonesia. Meskipun ada PANCASILA, namun tetap saja belum ada kejelasan dan belum sepenuh menjadi jaminan pemersatu.
Melihat hal tersebut, Hal yang penting dalam Pemilu 2009 ini bagaimana Parpol-Parpol yang ada itu bertikai namun untuk kepentingan rakyat bukan kelompok. Caranya adalah buang jauh-jauh politik kepentingan individu dan kelompok dan perkuatkan sikap toleransi diantara kelompok politik. Serta kerja sama untuk adakan kosensus atau kesepakatan bahwa keajuan ekonomi, pendidikan dan teknologi adalah tujuan utama kemakmuran bangsa dan Negara.
Disisi lain Proses demokrasi harus tetap jalan dan Parpol harus menjamin stabilitas keamanan Negara. Oleh karena itu, Pemilu 2009 haruslah sejalan dengan prinsip-prinsip demokrasi Pancasila. Disamping itu pancasila haruslah menjadi prioritas utama bagaimana rakyat Indonesia bisa memahami dan sadar akan arti pentingnya demokrasi yang ditanamkan dalam nilai-nilai pancasila. Sistem Demokrasi di Indonesia haruslah mengambil nilai-nilai positif dengan berlandaskan etika dan tata susila diantara para elit Parpol. Sehingga tidak terjebak dalam konsep demokrasi kapitalistik yang menitikberatkan pada hegemoni kelompok terkuat dalam sistem politik. Oleh karena sistem demokrasi Indonesia haruslah sesuai dengan nilai luhur budaya bangsa yang santun dan prinsip saling menghormati serta mengedepankan kultur politik yang benar-benar mementingkan Rakyat.Sistem yang benar-benar mementingkan Rakyat ini memang sangat sulit untuk diperoleh saat ini, dimana reformasi moral belum bisa diatasi yang membuat negeri yang luas ini hanya bisa melihat kekayaan dirampas dan digadaikan ke perusahaan asing. Oleh karena tugas kita semua terutama elit Parpol bagaimana menciptakan kondisi yang benar-benar memetingkan rakyat, bukan mementingkan kelomok, golongan, suku dan ras. Hal yang sangat menghambat kemajuan Indonesia adalah Primodialisme daerah masih sangat kuat sekali.
Pada sisi lain, Bangsa Indonesia harus belajar dari kesalahan yang telah terjadi pada masa lalu. Karena sejarah akan terus berkembang pesat bersamaan dengan perubahan zaman. Untuk mengatasi problema bangsa yang tidak terselesaikan ini, ada beberapa kaidah-kaidah yang barangkali bisa dijadikan tolak ukur kemajuan Indonesia yaitu
1. Seluruh elemen Bangsa harus memperkuat Demokrasi yang PANCASILA. Artinya jalankan sistem ketatanegaraan berdasarkan semangat Pancasila deng jujur dan bertanggungjawab. Dan tinggalkan sisi negative dari demokrasi kapitalistik dan liberalistic
2. Elit Parpol harus membuang sepenuhnya kepentingan pribadi dan golongan serta mengutamakan kepentingan rakyat secara jujur dan bertanggungjawab.
3. Seluruh elit bangsa harus berkumpul dan membuat sebuah kesepakatan bahwa bertikai untuk memenangkan Pemilu sah-sah saja asalkan dilandasi oleh tujuan utamanya adalah kepentingan rakyat bukan pemimpin kelompoknya.
4. Seyogyanya menurut saya Sistem Parpol menganut sistem 2 partai. Jadi Ada 2 partai besar yang bisa digolongkan dalam dua katagori yaitu Parpol berbasis agama dan Parpol berbasis nasionalis
Posted by
Muhammad Kustiawan
at
11:08 PM
0
comments
Monday, December 31, 2007
Saya Dapat Memetik Pelajaran Dari Jepang ( Bagian I)
Bismillah ar-Rahman ar-Rahim,
Assalamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh,
Selamat Tahun Baru 2008...
Akemashite Omedetougozaimasu
Tepat pukul 00.01 memasuki tahun 2008, saya menuliskan beberapa pengalaman dan pelajaran yang berharga selama bermukim di negeri nan indah Jepang. Tepat Pada tanggal 23 Oktober 2005, saya menginjakkan kaki ke tanah Jepang. Pada saat pertama mendarat, kesan pertama yang di dapat dari negeri sakura ini adalah sebuah negeri yang sangat indah panoramanya, ramah penduduknya, dan kebersihannya serta tata kotanya yang rapi membuat pengguna jalan menikmati sekali gaya hidup alam Jepang. Setelah sampai dan menikmati beberapa hari suasana Jepang, mulailah saya beraktivitas sekolah, tepatnya saya mengambil Jurusan Ilmu Politik Universitas kokushikan. saya pertama menginjakkan kaki ke Universitas, saya bertemu Professor Tozu dan memperkenalkan saya ke hadapan rekan-rekan satu fakultas Ilmu politik. setelah itu barulah saya mulai mengikuti perkulihan Professor saya dan mata kuliah di universitas Kokushikan itu. Saya terus mengikuti perkuliahan mulai dari mahasiswa peneliti sampai akhirnya lulus masuk menjadi mahasiswa Master Bidang ilmu politik. Saya sangat bersyukur karena saya diberi kesempatan mendapatkan beasiswa Sagawa. Disamping itu juga untuk menyambung hidup dan membayar Uang kuliah, saya harus tekun dan berusaha menafkahi biaya hidup saya dan juga harus juga mengirim biaya hidup anak dan istri ke Indonesia. Untuk itulah saya melakukan kerja Part time sambil aktif mengikuti perkuliahan.
Selama tahun 2005 sampai Tahun 2007 ini, saya telah melakukan kerja part time atau istilah bahasa Jepangnya Arubaito. Pekerjaan Part time yang saya pernah lakukan adalah mulai dari Bekerja sebagai tenaga buruh di Pabrik buah-buahan, Bekerja menjadi Part time di MC donald, Bekerja sebagai tenaga buruh di super market di Ozeki, bekerja sebagai pembimbing murid SD kelas 1 sampai kelas 3 di SD setagaya, bekerja sebagai pemungut sampah di departemen kebersihan, bekerja sebagai Counter atau penghidang di restoran yoshinoya, bekerja sebagai penghidang di restoran Izakaya, dan akhirnya saya juga pernah bekerja sebagai pengajar bahasa Indonesia ke Orang Jepang. Insya allah satu persatu pengalaman kerja part time saya selama di jepang ini akan saya ceritakan pada bagian berikutnya mengenai suka dan duka serta pengalaman apa yang dapat saya petik dari sistem kerja , budaya dan cara pandang dan hidup orang jepang. Namun behubung saya ini tepat memasuki tahun baru 2008, maka saya akan mencoba mengelaborasi hikmah dan pelajaran apa yang seharusnya saya petik dari Jepang ini.
Setelah saya renungkan secara mendalam dan saya telaah dengan tekun, maka menurut saya yang bisa saya petik hikmah dan pelajaran sampai saat ini yang dengan karunia allah swt diberi kehidupan di dunia adalah:Pertama, Saya dapat mengambil hikmah dari Jepang ini dari sisi cara bekerja dan berpikir, yaitu dengan cara " sungguh-Sungguh" dalam segala hal. "sungguh-sungguh" tidaklah sama dengan "pejuang". Orang yang "sungguh-sungguh" dalam melakukan sesuatu secara otomatis dia akan "berjuang". Tetapi, Orang yang hanya "berjuang" belum tentu dia "bersungguh-sungguh". Karena itu, bisa dipahami bahwa orang yang bersungguh-sungguh mengunakan akal dan pikiran serta tenaganya untuk mencapai tujuannya, tetapi orang yang berjuang hanya mengunakan tenaga, otot dan kekuatan lahiriahnya saja tanpa melakukan proses berpikir dengan rasional.
Kedua, saya dapat memetik hikmah dari pribahasa Jepang, yaitu "Warau kado niwa Fuku kitaru", artinya apa pun kondisi dan cobaan yang kita hadapi, hendaklah selalu menebar "senyuman" kepada setiap Orang. Mungkin istilah "senyuman" atau "smile" terkesan mudah dan gampang, tetapi pada kenyataan bila dipraktekan di lapangan sangat susah. apalagi pada saat kita sedang cemberut, sakit hati, emosional dan situasi tidak terkontrol sangat sangat sulit untuk tersenyum dan tertawa. Nah sangat bersyukur sekali bila seseorang yg bisa selalu tersenyum meskipun kondisi bathinnya tdk terkontrol. Insya allah Orang yang bisa menghadapi rasa takut di dalam bathinnya dan terbiasa mengahdinya, dia akan bisa maju dan tampil sebagai pemimpin yang dasyhat.
Ketiga, saya dapat memetik pelajaran dari Jepang pada sisi "efektivitas dan efisiensi serta Pengajaran". saya sangat kagum dengan cara orang Jepang melakukan sesuatu,mereka berpikir bukan untuk hari ini, tapi mereka berpikir untuk masa depan, untuk anak dan cucunya, dan untuk orang-orang yang belum sukses. Pekerjaan apa pun juga harus efektif dna efesien. bahkan dalam segi pengajaran juga mereka sangat teliti dan sungguh-sungguh dalam mengajari tentang apa saja kepada orang yang belum tahu, orang yang ingin belajar.
Demikian lah hanya tiga hikmah yang dapat saya berikan memasuki tahun 2008 ini. sebenarnya masih banyak yang ingin saya sampaikan hikmah dan pelajaran dari Jepang ini. insya allah saya akan lanjutkan dalam kisah selanjutnya. saya mohon maaf yang sebesar-besar bagi rekan-rekan yang kurang berkenan dengan kata-kata saya, perilaku dan cara berpikir saya. saya mengucapkan selamat Tahun Baru 2008, mudah-mudahan kita selalu diberi taufik dan hidayah dari Allah Swt. dan tidak lupa mudah-mudahan di tahun 2008 ini kondisi kita semakin lebih baik dari tahun sebelumnya. amin
Wassalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh
Oleh Muhammad Kustiawan — January 1st, 2008.
Posted by
Muhammad Kustiawan
at
7:37 AM
3
comments
Saturday, December 22, 2007
Muslim Indonesia di Jepang Rayakan Idul Adha Hari Ini
Kompas, 20 Desember 2007
Di website Kompas : http://www.kompas.com/ver1/Internasional/0712/20/070823.htm
TOKYO, KAMIS - Masyarakat muslim Indonesia di Jepang merayakan Idul Adha hari ini (Kamis, 20/12) sesuai ketentuan yang ditetapkan Japan Islamic Center dan pemerintah Indonesia.
Menurut Ketua Keluarga Masyarakat Islam Indonesia (KMII) di Jepang (KMII), Amir Radjab Harahap, di Tokyo, Rabu (19/12), shalat Idul Adha akan dipusatkan di Sekolah Republik Indonesia di Tokyo (SRIT) pada pukul 08.30 waktu Tokyo. "Hari Raya Idul Adha ini juga sesuai dengan ketetapan yang diputuskan oleh Islamic Center of Japan dan pemerintah Indonesia yang menetapkan Idul Adha jatuh pada 20 Desember," ujarnya.
Amir melanjutkan, masyarakat muslim Indonesia juga akan bekerja sama dengan pihak KBRI Tokyo untuk menggelar Idul Adha dan kemudian akan dilanjutkan dengan acara ramah tamah.
Sementara itu, Ketua perwakilan Muhammadiyah di Jepang, Muhammad Kustiawan mengemukakan, umat Muhammadiyah di Jepang akan merayakan Idul Adha juga pada 20 Desember 2007. "Mengenai pusat kegiatanya dilaksanakan di wilayah masing-masing sesuai dengan kediaman umat tersebut," ujar Kustiawan.
Ia menambahkan bahwa tidak ada perbedaan dalam perayaan Idul Adha kali ini. Pihaknya juga telah bekerja sama dengan KMII Tokyo soal penetapan hari raya tersebut. (ANT/IMA)
Posted by
Muhammad Kustiawan
at
10:20 PM
0
comments
Islamic Countries Can Press Japan to Pull Troops Out of Afghanistan
Tokyo- According to Muhammad Kustiawan, a researcher in Plus Line Inc. Tokyo and Center for Asian Studies Tokyo Kokushikan University, Japan is in a dilemmatic position in relation with Islamic countries regarding in its participation with the United States in Afghanistan. It can be seen when LDP, in this case Fukuda as the Prime Minister of Japan and his cabinet argues to prolong the Japanese Defense Force participation in Afghanistan and support the American program to fight terrorism after a debate in Japanese Parliament discussing the act last week.
"I ask to many Japanese politician. Currently most Japanese politician is close to modern Islamic countries groups like Indonesia, Malaysia, and India" stated Muhammad Kustiawan, chairperson of The Japan Muhammadiyah Special Branch Board, to muhammadiyah.or.id Sunday (21/10/2007) night. Fukuda took this policy because the United States pressed Japan to prolong the Defense Force Afghanistan Participation Act one day before the controversy.
There are many foreign students and workers coming from Islamic countries like Indonesia, India, Pakistan, and Malaysia accepted and currently residing in Japan. The Japanese Islamic communities are growing there. This makes the US worried and pressed Fukuda.
Kustiawan analyzed that Japan can switch to become America's great opponent if Muslims in Indonesia, Malaysia, India, Iran, and Pakistan unite to ask Japan to lead the third modern countries.
Furthermore, Kustiawan states that Indonesia as a the world's largest modern Muslim country Indonesia must take a strategic role to support the fight against terrorist as long as it does not consider Islam as a terrorist religion and to show that Islam is a peaceful and humane religion.
"I think that Indonesian Muslim role is strategic in the future if we can mobilize the power of modern Muslims like Muslims in India, Pakistan, Malaysia, and Iran," he said. "Currently, Japanese leaders are consider Islam as an important power for Japan against America," he said. (Arif)
Interpreter : Dranantya I. Wirawan
silakan lihat di Web site: http://www.muhammadiyah.or.id/index.php?option=com_content&task=view&id=694&Itemid=2&lang=en
Posted by
Muhammad Kustiawan
at
10:17 PM
0
comments
Buka Bersama PCIM Jepang,Japan Muslim Association dan Dubes Irak Untuk Jepang
Tokyo- Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Jepang bekerja sama dengan Japan Muslim Association mengadakan buka bersama sekaligus perkenalan PCIM-Jepang dengan Warga Muslim Jepang di sekretariat Japang Muslim Association, Yoyogi, Tokyo , 22 September 2007 yang lalu. Silaturahmi yang juga dihadiri Dubes Irak untuk Jepang tersebut diisi tausiyah Mr. Khalid Higuchi, Penasehat PCIM Jepang.
Menurut release yang disampaikan Muhammad Kustiawan-Ketua Umum PCIM Jepang, kepada redaksi muhammadiyah.or.id Kamis (27/09/2007), Mr. Higuchi yang merupakan Research officer of Plus Line Inc.Tokyo ini menuturkan bahwa buka bersama tersebut terasa spesial karena disamping sebagai acara perkenalan PCIM-Jepang , juga menghadirkan Dubes Irak Untuk Jepang, President Japan Muslim Association Mr. Amin Kimiaki dan Professor Hideomi Muto, Direktur Of Shariah Research Institute Japan. Mr. Higuci dalam tausiyahnya berharap Muhammadiyah Jepang sebisa mungkin bukan saja terfokus pada kegiatan pengajian dan diskusi, namun juga membangun networking kader dan kerja sama pendidikan, ekonomi, dan budaya dengan lembaga atau pemerintah Jepang.
PCIM-Jepang bekerja sama dengan Japan Muslim Assosiation karena beberapa Penasehat Muhammadiyah Jepang juga menjabat Direktur Japan Muslim, disamping karena anggota PCIM-Jepang yang belum terlalu banyak. Menurut rencana, untuk kegiatan dengan jumlah peserta yang besar akan dilaksanakan digedung Aula Sekolah Republik Indonesia Tokyo (SRIT). Hal tersebut diungkapkan Sumarwoto, Sekretaris PCIM Jepang yang juga menjadi Kepala Sekolah SRIT Tokyo tersebut. (arif)
silakan lihat di Website: http://www.muhammadiyah.or.id/index.php?option=com_content&task=view&id=626&Itemid=2&lang=en
Posted by
Muhammad Kustiawan
at
10:06 PM
0
comments
Monday, December 3, 2007
日本で地図を簡単に検索し方
最近、日本で地図を簡単に検索し方がたくさんあります。例えば、株式会社サムコマースジャパンの住所の地図を検索したり、友達の住所をさがしたりします。ただ、大事なのはしっかり住所、名前、会社名を確認した方がいいと思います。
Baca Selengkapnya..
Posted by
Muhammad Kustiawan
at
6:15 AM
0
comments